Setelah sarapan pagi, saya mengunjungi kota tua Semarang dengan bus, yang hanya 10 menit dan berjalan kaki adalah 25 menit. Bus menurunkan saya dari kota tua di kantor pos di seberang banyak bangunan tua, saya dapat berjalan kaki singkat di sepanjang jalan menuju kota Johar / kota tua.
Pada abad ke-18, daerah yang berada di Desa Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah, telah menjadi tempat pendudukan Belanda dan sampai saat ini suasana ala Belanda masih terasa luas, karena ini kota dijuluki 'Little Netherland'.
Di setiap sudut kota, masih ada bangunan megah tua, lengkap dengan kanal bergaya Belanda. Tak jauh berbeda dengan Kota Tua di Jakarta, kota tua Semarang juga menjadi surga bagi pecinta fotografi.
Nah, jika Kota Tua Jakarta memiliki Museum Fatahillah 'Lalu Semarang sama-sama terkenal sebagai tengara, dari Gereja Blenduk Kota Tua. yang didirikan pada 1753, ini menjadikannya gereja tertua di kota Semarang, dengan dinding lukisnya yang putih dan kubah bata merah, gereja ini masih terlihat gagah dan merupakan hiasan yang indah di Jalan Suari (secara resmi Kerk Straat).
Selain Gereja Blenduk, ada gedung Marba, bangunan Stasiun Tawang, pertokoan dan bangunan lainnya. Dan lagi Serupa dengan Jakarta ada kantor pos dan penggilingan tua.
Jalan-jalannya dipamerkan dengan taman terbuka yang ditanam atau kebun rumput yang mengarah ke bangunan, ini memberikan suasana atmosfir yang bergaya Belanda dan Eropa. Juga mereka menggunakan sungai sebagai jalur transportasi pertama, nama sungai di sini disebut Sungai Berok dan dilengkapi dengan kanal khas Belanda. Semua keindahan Kota Tua bisa dilihat sampai hari ini dan siap mengantarkan Anda ke zaman Belanda.
Semarang "Kota Tua"
Reviewed by rezzy
on
Januari 15, 2018
Rating:
Tidak ada komentar: